Tim Humas YLBH PRO AKTIF 05 Jun 2026
Jakarta – Sebuah video di TikTok bisa jadi awal dari sesuatu yang besar. April 2026, akun @NOVIR007 mengunggah video yang menujukkan ada ribuan motor listrik berlogo BGN (Badan Gizi Nasional) masih terbungkus plastik serta tersusun rapi di sebuah gudang besar yang ada di Jawa Barat. Masyarakat langsung mempertanyakan: apa hubungannya motor listrik dengan program makan bergizi anak sekolah?
Dua bulan setelahnya, pertanyaan itu terjawab dengan
cara yang pahit.
Dicopot Selasa, Ditahan Rabu
Pada Selasa 2 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto
telah mencopot tiga pimpinan BGN sekaligus, yaitu: Dadan Hindayana selaku
Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung selaku Wakil Kepala. Alasannya mengevaluasi
kinerja program MBG (Makan Bergizi Gratis).
Kurang dari 24 jam, pada Rabu 3 Juni 2026, Kejaksaan
Agung langsung bergerak. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dengan kasus
dugaan korupsi tata kelola MBG tahun anggaran 2025-2026, lalu digiring ke mobil
tahanan yang ada di Gedung Kejagung Jakarta. Dadan bahkan baru pulang dari
ibadah haji dengan istrinya saat penyidik sudah menunggunya.
“Lidiknya sekitar satu minggu. Tapi kalau
mempelajarinya, mungkin sejak beberapa waktu yang lalu,” ucap Direktur
Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, kepada wartawan.
Apa yang Dikorupsi?
Kejagung membongkar sejumlah pengadaan yang diduga
bermasalah. Yang paling mencolok adalah motor listrik yaitu sebanyak 21.801
unit dengan total anggaran sekitar Rp1,3 triliun. Vendor pemegang proyek, PT
YAT, disebut tidak memenuhi syarat tapi tetap lolos.
Selain itu ada pengadaan berupa
32.000 pasang sepatu, 31.000 unit tablet, dan 5.400 unit TV 75 inci, semuanya
diduga tidak sesuai dengan ketentuan dan ada mark-up. Total anggaran MBG
sendiri mencapai Rp85,27 triliun di 2025 dan Rp268 triliun di tahun 2026
semuanya berasal dari APBN.
“Pengadaan motor listrik sebanyak
21.801 unit dengan total pengadaan sekitar Rp1 triliun. Pengadaan 32.000 pasang
sepatu tidak sesuai ketentuan dan adanya mark-up,” Syarief dalam konferensi
pers hari Rabu 3 Juni 2026.
Modusnya Bagaimana?
Kejagung mengungkap dua jalur utama
yang diduga dipakai para tersangka. Pertama, mengintervensi PPK (Pejabat
Pembuat Komitmen) dalam menyusun KAK (Kerangka Acuan Kerja) proyek pengadaan
supaya spesifikasi barang itu mengarah ke vendor yang mereka pilih.
Kedua, memanfaatkan yayasan-yayasan
afiliasi. Yayasan yang seharusnya menjadi mitra SPPG di sekolah-sekolah
ternyata mempunyai kaitan langsung dengan para tersangka. Walaupun tidak
memenuhi syarat, yayasan itu tetap lolos verifikasi di portal Mitra BGN karena
mendapat “perhatian khusus” dari Dadan cs.
“Yayasan-yayasan tersebut mendapatkan
insentif miliaran rupiah setiap hari dan triliunan rupiah setiap tahun,” ungkap
syarief.
Respons Prabowo
Prabowo tidak hanya diam. Selain memecat
ketiganya, ia juga langsung memanggil Kepala BPKP dan PPATK untuk mencari tahu
lebih dalam terkait indikasi penyelewengan di BGN.
Di hadapan jajaran BGN usai
pemecatan, Prabowo menegaskan sikapnya. “Saya tidak mau uang rakyat dicuri!”
ujarnya.
Yang Paling Dirugikan
Di balik semua itu, ada wajah yang
lebih nyata dari kerugiannya, yaitu anak-anak sekolah yang seharusnya menjadi
penerima program MBG. Anggaran yang seharusnya mengalir untuk memenuhi gizi mereka
tapi justru diduga mengalir ke pengadaan barang yang tidak ada hubungannya
dengan kebutuhan dasar program.
Ketiga tersangka sekarang dijerat Pasal 603 dan 604 juncto Pasal 20 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Jl. Kampung Pekopen, Lambangjaya, Kec. Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17510
lbhproaktifkabbekasi@gmail.com
+62 822-1087-8146
+62 858-9175-4953
© LBH Pro Aktif Kabupaten Bekasi . Semua Hak Dilindungi.